Rabu, 29 Oktober 2014

Terlanjur.. terlanjur nikahi aku, tanpa rasa cinta yang sebenarnya.
Jadi Sebenarnya kamu suka sama aku, karena digodai oleh teman atau sesorang yang kamu panggil kakak.
Mungkin kamu hanya suka menggodaku, karena perangai ku yang ceria, suka ketawa, suka ledekin orang, dan mungkin "ge er" untuk istilah sekarang.

Aku pun tertarik sama kamu.. benar tertarik loh..

Tahun berganti dan kita masih bersama, walaupun banyak pertengkaran yang terjadi.
Tapi aku berdoa pada Dia yang berkuasya atas kehidupan ini, meminta bahwa kamulah jodohku nantinya, because one reason,you are family man.
Pria yang sayang pada keluarga pasti nanti nya sayang pada istri.

Walaupun sebenarnya pihak orangtua tidak setuju, tapi aku harus berusaha meyakinkan mereka dan meyakinkan kamu.
Entah mengapa walaupun kamu pernah menduakan aku dengan wanita lain, memang sih waktu itu kita masih pacaran.. tapi ternyata kamu tunjukkan kalau kamu ga benar-benar suka atau sayang aku.
Hanya karena sudah terlanjur, makanya terus berjalan niatku itu.

Bertahun-tahun bersama kamu daei kamu belum apa-apa, sampai kamu menjadi pribadi yang dipandang orang sekitar aku masih pelihara semua rasa ini.

Hingga harinya tiba kamu meminangku,, itupun atas pertanyaan kedua orang tuaku.
Tapi tetap saja kamu tidak berubah, kasar dalam berkata-kata kalau marah.. seperti ga ada hati lagi.
Aku ga mau bilang,ini adalah nasib.. tapi inilah pilihan hidupku.

Kata-kata kasar lebih sakit dari ditampar setiap harinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar