Terlanjur.. terlanjur nikahi aku, tanpa rasa cinta yang sebenarnya.
Jadi Sebenarnya kamu suka sama aku, karena digodai oleh teman atau sesorang yang kamu panggil kakak.
Mungkin kamu hanya suka menggodaku, karena perangai ku yang ceria, suka ketawa, suka ledekin orang, dan mungkin "ge er" untuk istilah sekarang.
Aku pun tertarik sama kamu.. benar tertarik loh..
Tahun berganti dan kita masih bersama, walaupun banyak pertengkaran yang terjadi.
Tapi aku berdoa pada Dia yang berkuasya atas kehidupan ini, meminta bahwa kamulah jodohku nantinya, because one reason,you are family man.
Pria yang sayang pada keluarga pasti nanti nya sayang pada istri.
Walaupun sebenarnya pihak orangtua tidak setuju, tapi aku harus berusaha meyakinkan mereka dan meyakinkan kamu.
Entah mengapa walaupun kamu pernah menduakan aku dengan wanita lain, memang sih waktu itu kita masih pacaran.. tapi ternyata kamu tunjukkan kalau kamu ga benar-benar suka atau sayang aku.
Hanya karena sudah terlanjur, makanya terus berjalan niatku itu.
Bertahun-tahun bersama kamu daei kamu belum apa-apa, sampai kamu menjadi pribadi yang dipandang orang sekitar aku masih pelihara semua rasa ini.
Hingga harinya tiba kamu meminangku,, itupun atas pertanyaan kedua orang tuaku.
Tapi tetap saja kamu tidak berubah, kasar dalam berkata-kata kalau marah.. seperti ga ada hati lagi.
Aku ga mau bilang,ini adalah nasib.. tapi inilah pilihan hidupku.
Kata-kata kasar lebih sakit dari ditampar setiap harinya.
Katamu Terlanjur..
Rabu, 29 Oktober 2014
Selasa, 23 September 2014
Mengubah Duka menjadi Suka
Mampukan aku Tuhan ketika mendengar suara mama yang berat dan parau karena swdih.
Sudah pernah kubilang sama mama, kasih tau bapak jangan pernah urus lagi tanah garapan itu.
Sekarang berbuah pahit untuk ku, mungkin untuk kami sekeluarga.
Tidak ada lagi daya bapak dalam menghadapi orang-orang licik seperti mereka pemakai sementara tanah garapan itu.
Tega nya orang-orang itu menyakiti dengan mengeroyok bapak, atas dasar pemaksaan atas hak pakai tanah garapan.
Ya Tuhan,, besar kasih Mu yang masih memberikan keselamatan kepada orangtua ku.
Kakek dari 3 cucu, ayah dari 4 anak.
Tuhan yang Maha baik, ampunilah mereka yang menganiaya bapakku..
Sudah pernah kubilang sama mama, kasih tau bapak jangan pernah urus lagi tanah garapan itu.
Sekarang berbuah pahit untuk ku, mungkin untuk kami sekeluarga.
Tidak ada lagi daya bapak dalam menghadapi orang-orang licik seperti mereka pemakai sementara tanah garapan itu.
Tega nya orang-orang itu menyakiti dengan mengeroyok bapak, atas dasar pemaksaan atas hak pakai tanah garapan.
Ya Tuhan,, besar kasih Mu yang masih memberikan keselamatan kepada orangtua ku.
Kakek dari 3 cucu, ayah dari 4 anak.
Tuhan yang Maha baik, ampunilah mereka yang menganiaya bapakku..
Langganan:
Postingan (Atom)